Namun demikian, walaupun sebuah obat sebelum beredar telah melalui uji keamanan yang cukup panjang dan ketat, tetapi kenyataanya setelah digunakan secara luas oleh masyarakat, obat masih memiliki peluang memberikan efek toksik yang merugikan atau bahkan kadang-kadang berbahaya bagi manusia. Ini menunjukkan tidak ada uji yang dapat menihilkan efek yang tidak diinginkan, walaupun cara-cara uji pada hewan atau pada manusia selalu mengalami perbaikan atau kemajuan. Jika efek sangat merugikan terjadi maka disebut sebagai “Bencana Obat”. Karena itu tidak menutup kemungkinan obat yang sudah diijinkan dipasarkan akhirnya ditarik lagi dari peredaran. Hal ini semata-mata untuk melindungi masyarakat dari efek yang merugikan.
Berikut ini adalah beberapa contoh kasus “Bencana Obat” yang pernah terjadi :
| No. | Nama Obat | Tahun | Efek yang Terjadi |
| 1. | Arsen-Organik | 1920 | Timbulnya jaundice (Penyakit Kuning) dan Necrosis Hepatic (Kerusakan Hati) karena zat tersebut seperti yang terdapat pada salvarsan untuk pengobatan sivilis yang diderita oleh tentara saat perang dunia I. |
| 2. | Amidopirin | 1933 | Terjadinya agranulositosis karena penggunaan zat tersebut sebagai analgetik dan antipiretik yang telah berlangsung selama setengah abad. |
| 3. | Etilen Glikol | 1930 | Zat tersebut terdapat pada eliksir sulfonamid yang telah menyebabkan kematian sedikitnya pada 76 orang, kebanyakan anak-anak karena gagal ginjal. |
| 4. | Fenasetin | 1960 | Zat ini pertama kali digunakan tahun 1887 dan efektif sebagai analgetik dan antipiretik, ternyata menyebabkan gagal ginjal kronik ketika dikonsumsi bersama kafein dan fenazon. Kasus ini terjadi pada penduduk Huskvana, Swedia. |
| 5. | Talidomid | 1960 | Zat ini menjadi penyebab bencana yang sangat terkenal pada dekade 60’an karena efek teratogeniknya (kelainan pada kuping dan tangan) pada janin dari seorang ibu ketika hamil yang mengkonsumsi Talidomid sebagai anti muntah/alergi. |
| 6. | Kliokinol | - | Zat ini menyebabkan SMON (Sub Acute-Myelo-Opticoneuropathy) yang dapat menimbulkan kebutaan di Jepang. Zat ini digunakan/ ditambahkan pada obat diare atau gangguan saluran pencernaan. |
| 7. | Triazolam | 1991 | Zat ini adalah derivate benzodiazepine yang berfungsi sebagai sedative-hipnotik (penenang) . Zat ini dianggap dapat menimbulkan reaksi eksitasi atau psikotik akut, sehingga obat ini di Inggris ditarik dari peredarannya. |
| 8. | Indometasin lepas lambat | 1983 | Zat ini menimbulkan Ulcer dan perforasi intestinal. |
| 9. | Zelmetidin | 1983 | Zat ini menimbulkan efek Neurotoksik ( racun pada syaraf) |
| 10. | Zomepirax | 1983 | Zat ini adalah obat golongan NSAID(anti inflamasi non steroid) yang menyebabkan alergi serius dan anafilaktik |
| 11. | Fenclofenak | 1984 | Zat ini adalah obat golonagan NSAID yang dalam penggunaannya dapat menyebabkan rash kulit, gangguan Gastrointestinal (sistem pencernaan), dan karsinogenik (pemicu kanker). |
| 12. | Domperidon Injeksi | 1986 | Zat ini menimbulkan efek kardiotoksik |
| 13. | Dinoproston | 1990 | Zat ini menimbulkan efek hipertonus uterin dan foetal distress |
| 14. | Propofol | 1992 | Zat ini menyebabkan fatal neurologik, toksik pada jantung, ginjal dan hiperlipidemia (kelebihan trigliserida) pada anak. |
| 15. | Ekstrak Germander | 1992 | Zat ini berasal dari ektrak tanaman Teucrium s. Zat ini dapat memicu terjadinya Hepatitis. |
| 16. | Vaksin MMR | 1992 | Vaksin ini menyebabkan terjadinya meningitis pada anak-anak oleh komponen vaksin”mumps”/gondong. |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar